Mars ketika berkunjung ke Willard Park yang merupakan Kantor Walikota Cleveland, Ohio, Amerika. (Foto: Dok. Pribadi)

Tinggal di daerah yang termasuk kecil dan tertinggal secara infrastruktur bukan alasan untuk orang seperti Mars Anugerainsyah untuk diam dan hanya meratapi nasib. Sebaliknya, hal ini peluang untuk Alumni IVLP bertema Local Government ini mampu mengabdikan diri kepada tanah kelahirannya, dan tentunya Indonesia.

Lebih-lebih, tekad ini semakin menguat sepulangnya dari Amerika pada 2015 lalu. “Begitu turun dari Roro (sebutan untuk kapal penyeberangan), saya liat daerah saya kecil,” papar Mars. “Lalu, kenapa tidak bisa saya kembangkan? Dari situ, saya mulai (untuk membangun lebih keras),” tandasnya.

Untuk membangun daerahnya, Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Sumbawa Barat ini getol mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Salah satunya dengan menjadikan Lembaga Non-Pemerintah (LNP) dan media di Sumbawa Barat sebagai mitra strategis. “Mereka bantu secara teknis, dan kami berusaha bantu regulasinya,” tutur Mars.

Langkah ini merupakan salah satu inspirasinya ketika mengunjungi Amerika. Menurutnya, Amerika berhasil membangun kota-kotanya menjadi lebih baik karena ada wadah untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya. Misalnya, ketika masyarakat Amerika tidak setuju dengan pembangunan sebuah jembatan, mereka akan menyampaikan keberatannya melalui Tax Payyer Association. Hasilnya, jembatan pun batal dibangun.

Menurut Mars, Indonesia dan Amerika sebenarnya sudah memiliki sistem perundang-undangan yang sama-sama berkualitas. Hanya saja, pembayar pajak di Indonesia belum memiliki suara kepada pemerintah. “Padahal, uang pembangunan itu milik warga, sudah seharusnya mereka juga memiliki andil dalam keputusan pembangunan di Indonesia,” ungkap Mars.

Mars kemudian mulai untuk mewujudkan inspirasi tersebut melalui hal-hal yang sederhana, yaitu: melalui komunikasi yang positif antara pemerintah, LNP, dan media. Salah satunya dengan mengajak mereka untuk mengapresiasi kerja-kerja pemerintah yang berhasil. Apresiasi ini minimal masyarakat suarakan melalui media sosial.

Khusus untuk media, Mars mengajak mereka untuk melakukan advokasi terhadap masalah-masalah yang ada di masyarakat. Beliau mendorong media untuk mempublikasikan berita yang komprehensif dan menawarkan solusi, khususya untuk pemerintah. Hasilnya, kini mulai ada kerjasama saya positif antara pemerintah, LNP, dan media di Sumbawa Barat.

Selanjutnya, Mars mulai mendorong LNP untuk melakukan kerja-kerja mandiri guna memberdayakan masyarakat. Misalnya saja untuk LNP yang bergerak di bidang perempuan dan anak. Ayah tiga anak ini mendorong mereka untuk turut membina anak-anak putus sekolah dan TKW yang sudah tidak aktif bekerja. Sedikit demi sedikit, hal ini mulai membantu mengurangi angka putus sekolah dan membangun produktivitas TKW di Sumbawa Barat.

Kini, Mars tengah giat mengajak masyarakat untuk ikut membangun daerahnya sendiri. Secara khusus, Mars mengajak pemuda untuk membangun kemauannya dan bergerak bersama berpartisipasi dalam masyarakat. “Kalau pemuda-pemuda di daerah bergerak bersama, Indonesia bukan lagi melangkah, tetapi terbang,” tuturnya dengan penuh semangat.

Ke depan, salah satu pekerjaan rumah terbesar Mars adalah membangun kerjasama dengan pemerintah tetangga. Menurutnya, hal inilah yang belum terbangun di Indonesia. Contohnya dalam pembuatan gapura selamat datang di berbagai daerah di Indonesia. Para pemerintah daerah yang saling berbatasan umumnya membangun gapuranya masing-masing. “Padahal, (gapuranya) bisa dijadikan satu, sehingga biayanya bisa lebih rendah,” tandasnya.

Di Amerika, Mars justru melihat fakta sebaliknya. Kota-kota dan negara bagian di Negeri Paman Sam saling bahu-membahu membangun kerja sama. “Bila kota A membangun jalan ke kota B, maka pemerintah kota B dengan penuh dedikasi akan membangun jalan terusannya,” paparnya.

Menyelam sebagai salah satu hobi Mars. (Foto: Dok. Pribadi)

Entrepeneurship dan Kerjasama Luar Negeri

Membangun daerah kecil dan tertinggal membuat Mars harus memutar otak untuk mengejar kualitas kehidupan masyarakat di wilayahnya. Salah satu yang memungkinkan adalah memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa Barat dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan bijak terhadap alam.

Misalnya saja kerjasama dengan Karolinska Institut asal Swedia. Lembaga tersebut tengah giat mengembangkan obat kanker dan anti-penuaan dengan memanfaatkan terumbu karang yang ada di Sumbawa Barat. Rencananya, lembaga tersebut akan membangun rumah sakit internasional yang mengusung konsep pengobatan personal (personal medicine) di kabupaten yang lahir pada 20 November 2003 tersebut.

Menariknya, pengobatan ini hanya mengambil enzim yang dikeluarkan terumbu karang tanpa merusaknya. Oleh karena itu, Mars menekankan kepada pihak pengelola untuk benar-benar melatih para penyelamnya agar menjaga kelestarian terumbu karang di Sumbawa Barat.

Lebih lanjut, Mars menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong warga lokal untuk menjadi motor penggeraknya, mulai dari penyelam, pengelola rumah sakit, sampai operator mesin pengobatannya. “Kami mendorong agar terjadi transfer pengetahuan kepada masyarakat Sumbawa Barat,” tekad penghobi olahraga menyelam ini.

Di Sumbawa Barat sendiri, kerjasama seperti ini memungkinkan pemerintah menentukan aturan main yang berpihak kepada masyarakat dan alam Sumbawa Barat. Sebelum memulai kerjasama, pihaknya selalu memegang prinsip “Kelahi di Depan”. Artinya, pihak-pihak yang akan bekerjasama benar-benar menentukan aturan main sejelas-jelasnya. “Bila harus berkelahi, tidak masalah. Yang penting, semua pihak harus sepakat aturan mainnya dan saling menguntungkan,” papar Mars.

Disinggung tentang entrepreneurship di Sumbawa Barat, Mars menyampaikan bahwa daya juang masyarakatnya masih terlampau lemah dibandingkan wilayah tetangganya. Menurutnya, masyarakat Sumbawa Barat merasa cukup bila sudah mendapatkan makanan untuk makan malam.

Meskipun demikian, pihaknya terus menerus membangun militansi masyarakat Sumbawa Barat untuk menjadi entrepreneur dan mandiri. Salah satunya dengan mendorong orang-orang yang mempunyai potensi sebagai entrepreneur. Mars memilih untuk meretas jiwa calon entrepreneur pontensial agar tumbuh secara alami. “Nggak bisa dipaksakan,” tuturnya.

Selanjutnya, Mars juga berusaha untuk membangun akses terhadap pasar. Salah satunya dengan meningkatkan standar produk-produk dari Sumbawa Barat, sehingga bisa diterima di pasar-pasar di luar Sumbawa Barat. Sebagai contoh, produk pertanian di sebuah wilayah di Sumbawa Barat yang dijual langsung kepada sebuah perusahaan internasional di dekat lokasi. Karena perusahaan tersebut mensyaratkan produk-produk organik, maka standar pertanian pun menjadi naik.

Ke depan, Mars mengharapkan agar masyarakat bisa meningkatkan bahan-bahan mentah tersebut menjadi produk jadi. Pihaknya pun sedang berjuang untuk memperluas akses pasar ke luar Sumbawa Barat. “Masih banyak peluang untuk memasarkan produk-produk khas Sumbawa Barat,” paparnya. “Pelan-pelan saja, sambil terus membangun” tekadnya.***

Mars ketika memberikan bantuan kepada masyarakat. (Foto: Dok. Pribadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *